Tuesday, 02 September 2014
Home Berita Terbaru
Terbaru
Fadhilah Ramadhan PDF Print E-mail
Wednesday, 02 July 2014 10:18

Hari ini, kita tengah berada pada minggu pertama bulan suci Ramadhan 1435 H. Menurut banyak riwayat, Allah SWT kadang membanggakan hamba-Nya di hadapan para malaikat.

Ramadhan (ilustrasi)

Allah SWT berkehendak melakukan itu, tidak pada semua waktu, tidak di sembarang tempat, dan tidak kepada semua hamba.

Satu hal yang pasti, semua hamba harus berjuang, bermujahadah, dan berlatih memberi alasan bagi Allah agar Dia berkenan membanggakan kita.

Menurut sahabat Ubadah bin Shomit RA, pernah beberapa saat menjelang Ramadhan tiba, Rasulullah SAW mendatangi para sahabatnya.

Kepada para hamba terbaik yang selalu dibanggakan oleh Rasulullah SAW itu, beliau menjelaskan tentang keutamaan (fadhilah) Ramadhan. Pada bulan ini, kata Rasulullah, Allah SWT menurunkan keberkahan hidup bagi orang-orang yang mencarinya.

Kita memahami sesungguhnya hidup yang paling baik itu adalah kehidupan yang mendatangkan berkah. Sebab, dengan keberkahan itu, manusia akan senantiasa hidup dalam ketenangan dan kedamaian.

Hidup yang bergelimang harta dan kemewahan, namun tidak ada keberkahan di dalamnya, sesungguhnya itulah kehidupan yang kering. Hidup penuh ilmu, tapi tidak berkah dan tak nafi' (manfaat), hal itu akan menjauhkan pemiliknya dari Allah.

Hidup dengan derajat tinggi di mata masyarakat, namun tidak berkah, hanya akan memperoleh kenistaan di hadapan Allah.

Hidup dengan jabatan yang tinggi, namun tidak berkah, hanya akan mendapatkan laknat dari Allah. Karena itu, inti dari kehidupan yang baik adalah kehidupan yang penuh berkah.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada Ramadhan, Allah akan menurunkan keberkahan yang tak terhingga.

Selain karena berkah, hidup terbaik adalah yang disaput rahmat Allah. Hidup tanpa dibarengi rahmah (kasih dan sayang) Allah juga merupakan kehidupan yang kering.

Hidup yang diperoleh bukan karena rahmat Allah adalah kehidupan yang tak bermakna. Dan, hidup yang terbaik, selain karena diliputi keberkahan dan rahmat, juga karena Allah mengampuni dosa-dosa kita.

Hidup bergelimang keberkahan, penuh rahmat, dan memperoleh pengampunan atas dosa-dosa bisa diusahakan semua Muslimin dan Muslimat.

Hidup semacam ini, kita bisa memohon kepada Allah SWT. Berharap agar permohonan lekas dikabulkan, caranya adalah dengan memanfaatkan datangnya Ramadhan yang penuh kemuliaan dan keberkahan ini.

Sebab, pada bulan inilah, semua hamba Allah, berlomba-lomba melakukan kebaikan, Allah SWT kerap membanggakan itu di hadapan para malaikat.

Sebab itu, shoimin dan shoimat, mari kita bermujahadah pada bulan ini untuk mencari kehidupan yang berkah, penuh rahmat, dan pengampunan atas dosa-dosa agar Allah punya ‘alasan’ membanggakan kita di hadapan para malaikat-malaikat-Nya.

Bukankah makhluk paling baik ibadah dan pengabdiannya kepada Allah adalah para malaikat? Karena itu, Ramadhan ini harusnya menjadi tempat bagi kita untuk mencuci diri dari kerak dosa dan tempat bagi kita untuk mudik ke kampung halaman yang abadi, yakni Allah SWT. Wallahu a'lam.

ROL - Oleh: KH Hasyim Muzadi

- See more at: http://m.majalah-alkisah.com/fadhilah-ramadhan#sthash.xshAKDSR.dpuf

 
Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari terlalu Menyudutkan Densus 88 PDF Print E-mail
Friday, 03 January 2014 17:00

www.majalah-alkisah.comTidak benar kalau dikatakan bahwa para terduga teroris itu telah dihukum mati oleh Densus 88. Densus 88, atau Kepolisian pada umumnya, tidak punya kewenangan untuk menjatuhkan hukuman. Menjatuhkan vonis itu kewenangan pengadilan. Bahwa Densus 88 telah menembak mati atau tepatnya terpaksa menembak mati para terduga teroris tersebut, itu tidak berarti Densus 88 menghukum mati mereka. Para terduga teroris itu bersenjata. Jadi, Densus 88 berada dalam posisi ditembak atau menembak. Tentu, dalam hal ini, Densus 88 memilih yang kedua, yaitu menembak.

 

Last Updated on Friday, 03 January 2014 13:12
 
Sang Hatta “Parikesit” Rajasa PDF Print E-mail
Friday, 03 January 2014 09:59

www.majalah-alkisah.comAndai saja Bapak Hatta Rajasa adalah sang Parikesit, atau eksplisitnya adalah presiden kita berikutnya, saya membayangkan, tugas utama beliau adalah menghantarkan Indonesia dari zaman remang-remang menjadi terang benderang.

 

Last Updated on Friday, 03 January 2014 10:23
 
Beri Kesempatan kepada Ustadz Solmed PDF Print E-mail
Wednesday, 25 December 2013 09:00

www.majalah-alkisah.comTentang komitmen diri, benar bahwa dulu banyak kritik yang mengemuka terhadap Ustadz Solmed ihwal tarif yang terlalu tinggi. Tapi, bukankah dalam hal ini beliau telah meminta maaf? Dan meminta maaf atau taubatnya seorang dai, insya Allah, bukanlah taubat sambal tomat, yang sudah taubat tapi kumat lagi. Insya Allah bukan.

Last Updated on Tuesday, 24 December 2013 14:26
 
Hilangnya Keindahan Bahasa Jawa dan Manifestasi Penghormatan PDF Print E-mail
Monday, 23 December 2013 09:33

Penggunaan bahasa Indonesia dalam pertunjukan wayang kulit Jawa telah menghilangkan keindahan bahasa Jawa dan manifestasi penghormatan melalui bahasa.

Baru-baru ini, pertengahan Desember 2013, saya menonton wayang kulit Jawa di TVRI. Namun, pertunjukan wayang itu lain daripada lazimnya. Mengapa? Sebab, bahasa yang digunakan bukan bahasa Jawa, melainkan bahasa Indonesia.

Akibatnya, pertama, bahasa sang dalang terdengar sangat kaku. Bahkan sering terjadi campur aduk antara bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Kedua, ini yang paling penting, pertunjukan wayang itu telah kehilangan keindahan bahasa Jawa.  

Mungkin, petimbangan TVRI menyuguhkan pertunjukan wayang kulit Jawa dengan bahasa Indonesia adalah pertimbangan fungsi, yakni agar seluruh masyarakat Indonesia, yang nota bene bukan hanya Jawa, bisa memahami cerita wayang itu. Namun, ada pertimbangan lain yang terabaikan, yakni pertimbangan keindahan. Dan, karena wayang itu adalah seni, mestinya unsur keindahan jangan sampai dinomorduakan.

Sesungguhnya, penerjemahan bahasa Jawa itu bisa saja dilakukan dengan menampilkan teks. Sedang sang dalang tetap menggunakan bahasa Jawa.
Sebagaimana kita tahu, keindahan bahasa Jawa itu termanifestasi dalam tiga tingkatan bahasa. Yakni ngoko, krama madya, dan karma inggil.

Tingkatan ngoko adalah tingkatan paling rendah. Misalnya, untuk kata makan dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa ngokonnya adalah madhang atau mangan. Sedang untuk krama madyanya, yaitu tingkat pertengahan, adalah nedhi. Sementara untuk krama inggilnya, tingkat paling tinggi, adalah dhahar. Ketika saya bertanya kepada mertua saya apakah beliau sudah makan atau belum, kalimatnya misalnya, “Sampun dhahar, Pak?” Untuk hal yang sama, ketika mertua saya bertanya kepada saya apakah saya sudah makan atau belum, kalimatnya misalnya, “Wis madhang, Ed?”

Nah, ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, madhang dan dhahar, semuanya menjadi makan; sampun dan wis, semuanya menjadi sudah. Maka yang terjadi, hilanglah manifestasi keindahan dan tingkat penghormatan melalui bahasa.

Belum lagi ada kecenderungan, atau bahkan mungkin fakta, bahwa, di antara dialek-dialek Jawa, adalah dialek Yogya-Solo yang dianggap paling tinggi. Saya, yang sehari-hari berbahasa Jawa dialek Banyumas, ketika berbicara dengan mertua saya, yang juga berdialek Banyumas, mengubah dialek saya, berusaha semaksimal mungkin menggunakan dialek Yogya-Solo, namun tidak mertua saya, beliau tetap menggunakan dialek Banyumas. Itulah salah satu wujud penghormatan saya kepada mertua saya melalui bahasa.

Wayang itu pada dasarnya adalah seni. Bahwa wayang digunakan untuk kepentingan komunikasi oleh pemerintah, melalui TVRI, kepada rakyatnya, misalnya, ya boleh-boleh saja. Namun jangan korbankan keindahan bahasa dengan penerjemahan.
ES


Last Updated on Monday, 23 December 2013 09:47
 
Terkait Isu Penyadapan, Ibu Ani tak Perlu Mengklarifikasi PDF Print E-mail
Wednesday, 18 December 2013 14:01

Majalah Islam alKisahDalam hal kedaulatan negara, saya malah berpandangan sebaliknya dengan pandangan Hidayat Nur Wahid. Menurut Hidayat Nur Wahid, klarifikasi itu perlu demi kedaulatan Indonesia. Menurut saya, justru dengan menanggapi isu tersebut justru kita kehilangan wibawa.

Last Updated on Wednesday, 18 December 2013 15:36
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 1 of 114