Sunday, 19 May 2013
Home
Jangan Politisir Kebenaran Agama PDF Print E-mail
Thursday, 16 August 2012 19:25

Jangan ada yang mempolitisir pernyataan Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siradj, tersebut, misalnya, dengan mengatakan bahwa beliau, PBNU, NU, atau warga NU mendukung Jokowi-Ahok. Bahwa pernyataan beliau nantinya berdampak pada kemenangan Jokowi-Ahok, umpamanya, itu soal lain.

 

 

www.majalah-alkisah.comDalam konteks kepemimpinan politik, Ketua Umum  PBNU, Kiai Said Aqil Siradj, mengatakan, pemimpin nonmuslim yang adil lebih baik dibandingkan dengan pemimpin muslim yang zhalim. Beliau menegaskan, itulah yang disampaikan Ibnu Tamiyah.

Atas dasar itu, dalam konteks Pilkada DKI, “Kalau Jokowi-Ahok menang, no problem, warga NU tidak keberatan, tidak masalah pasangan ini menang, selama nanti berlaku adil,” katanya.

Kiai Said mengatakan, pernyataan itu bukan berarti bentuk dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ahok. PBNU tetap bersikap netral.

Jadi, jangan ada yang mempolitisir pernyataan Ketua Umum PBNU, Kiai Said Aqil Siradj, tersebut, misalnya, dengan mengatakan bahwa beliau, PBNU, NU, atau warga NU mendukung Jokowi-Ahok. Bahwa pernyataan beliau berdampak pada kemenangnan Jokowi-Ahok, itu soal lain.

Begitu juga ketika ada kiai lain yang menyampaikan kebenaran dalam Al-Qur’an bahwa dilarang orang Islam memilih orang kafir untuk menjadi pemimpin. Jangan ada yang mempolitisir bahwa kiai tersebut berkampanye untuk kemenangan Foke-Nara, misalnya. Bahwa pernyataannya nanti berdampak pada kemenangnan Foke-Nara, itu soal lain.

Maka, marilah kita menjadi warga Jakarta yang dewasa, warga yang bisa menerima hasil apa pun pesta demokrasi masyarakat Jakarta itu. Apakah pemenangnya nanti Jokowi-Ahok, atau Foke-Nara.

ES

Last Updated on Friday, 17 August 2012 13:48
 

Add comment


Security code
Refresh