“Kupertaruhkan ayah dan ibuku demi engkau! Janganlah engkau mengintai. Aku khawatir panah mereka akan mengenaimu. Biar aku melindungimu!”
Ia selalu terlihat dalam majelis para habib di Indonesia maupun di luar negeri, sehingga disebut muhibbin sejati.
Walau selalu berusaha untuk menyembunyikan identitasnya, ia tetap bagai bunga yang harum.