Friday, 24 October 2014
Home
Islam di Norwegia Meningkat Pesat PDF Print E-mail
Friday, 22 January 2010 13:04



Jumlah umat Islam di Norwegia hampir 40% dari sebelumnya lima tahun lalu hanya sekitar 18%.


Perkembangan Islam di Barat beberapa tahun belakangan mengalami kemajuan yang luar biasa. Tak terkecuali di Norwegia. Badan Statistik Norwegia dan harian Vart Land menunjukkan, jumlah umat Islam di Norwegia hampir 40% dari sebelumnya lima tahun lalu hanya sekitar 18%.

Peningkatan itu terjadi paling besar di luar Oslo. Di negara yang kini memiliki 126 masjid itu, terdapat 21.5% warga muslim yang terdaftar dalam 126 komunitas muslim pada tahun 2009. Sedangkan sisanya independen. Jumlah terbesar, 54,6%, adalah umat Kristen (Katolik Roma dan Pantekosta), 18.8% anggota komunitas non-agama.

Islam bukan hal yang baru di Norwegia. Pada tahun 2007, sekelompok arkeolog menemukan koin-koin berukirkan kalimat shahadat di bagian selatan Norwegia. Koin-koin itu berasal dari kapal dagang Viking yang sering kali dibawa ketika para pedagang itu pulang dari berdagang di Baghdad.

Yang mengejutkan lagi, ternyata Henrik Wergeland, tokoh terkenal Norwegia dalam sejarah modern dan salah satu pembuat konstitusi negara itu, adalah seorang muslim. Hal tersebut diakuinya dalam sejumlah surat yang dikirimkan kepada ibundanya. Surat yang ditemukan oleh para arkeolog pada tahun 2007 itu menunjukkan, Wergeland telah menganut agama yang diajarkan oleh Kekaisaran Ottoman Turki, yaitu Islam.

Meski sempat terlupakan, seiring berjalannya waktu Islam di Norwegia mulai kembali semarak. Terlebih setelah ditemukannya minyak di negeri itu, yang dengan demikian semakin banyak membutuhkan tenaga kerja. Sumber daya manusia dari Turki dan Pakistan, yang notabene muslim, mulai berdatangan.

Pada tahun 1985 jumlah umat Islam mengalami peningkatan, dengan datangnya pelajar dan imigran dari negara-negara konflik dan benua Afrika, terutama dari Afrika Utara. Juga karena beberapa warga asli Norwegia mulai banyak yang memeluk Islam. SEL