Sopir Metromini Minta Diizinkan Membahayakan Orang Lain

Indonesia memang negeri aneh. Ada-ada saja yang membuat kening kita berkerenyit karena hal-hal yang tak lazim.

Contohnya, dalam pilkada ada pemimpin wilayah yang awalnya sama-sama memimpin daerahnya, namun, karena politik, pecah kongsi dan sama-sama ingin menjadi nomor satu, satu dan yang lain saling menyerang kebijakan yang pernah mereka terapkan.

Berikutnya, kekayaan alam diobral kepada asing, yang akibatnya, masyarakat tidak mendapat apa-apa, dan hasil kekayaan tersebut dibawa ke luar negeri.

Selanjutnya, dalam inspeksi ditemukan produk-produk yang terbukti melanggar kesehatan, namun ternyata hasil temuan tidak diumumkan kepada khalayak, dengan alasan macam-macam, yang akibatnya, karena ketidaktahuan masyarakat, produk itu tetap dikonsumsi.

Terakhir, simaklah aksi yang berbuntut pada tindakan anarkisme, yang lebih tak lazim lagi. Yakni, Kamis, 29 Agustus 2013, sejak pagi, ratusan awak metromini sudah berkumpul di Jalan Medan Merdeka Selatan, di depan Balaikota DKI Jakarta. Selain menuntut bertemu Jokowi atau Ahok, mereka juga meminta agar Kepala Dishub, Udar Pristono, dicopot dari jabatannya. Bahkan, dengan paksa mereka menghentikan Kopaja yang melintas agar mau ikut berdemo. Contohnya, Kopaja B 7552 EW dengan nomor 502 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang. Setelah dihentikan, mobil ini digedor-gedor dan dipukuli. Dengan gembiranya, para demonstran langsung naik ke atas atap bus dan menari-nari.

Tak puas dengan aksi itu, bagai orang yang sudah kesurupan, mereka juga menghentikan satu bus Transjakarta dan memecahkan satu kacanya.

Udar Pristono menyesalkan kejadian itu. “Bus yang dikandangkan ada yang taubat, dan ada yang sesat. Mereka yang demo ini mau masuk golongan mana?” katanya.

Itulah buntut dari hasil penindakan gabungan yang dilakukan Dinas Perhubungan sejak Kamis, 25 Juli 2013, hingga Rabu, 28 Agustus 2013. Total, ada 160 metromini yang ditilang BAP, dan 108 distop beroperasi. Sedangkan Kopaja, yang ditilang BAP sebanyak 48 unit dan distop beroperasi sebanyak 27 unit. Sementara itu, 1.146 kendaraan lainnya ditilang, dan 45 unit distop beroperasi.

“Jumlah kendaraan yang di-BAP 1.354 unit dan dikandangkan 180 unit. Tapi perlu diketahui, ada yang sudah dikeluarkan dari pengandangan dan menandatangani surat pernyataan, yakni metromini 38 unit, dan Kopaja 14 unit. Mereka ini aliran taubat, mereka sudah memperbaiki kendaraan mereka dan menjalani uji kir lagi,” kata Udar Pristono.

Selain itu, menurut Pristono, Dishub DKI juga telah melaporkan adanya buku kir palsu ke Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, yang jumlahnya sebanyak 25 unit. Dan pemalsuan kir, baik buku, tanda tangan, maupun stempel, adalah pemalsuan dokumen yang dikenai Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.

Meski didemo para awak metromini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak gusar. Ia tetap bertekad menyingkirkan angkutan reyot yang tidak layak jalan sehingga berpotensi mencelakakan manusia. Ia menegaskan, dirinya akan tetap menjalankan Undang-Undang Lalu Lintas dan Peraturan Daerah dalam mengatur angkutan umum.

“Memang yang tidak lulus uji kir itu banyak. Hubungannya apa metromini sama nyopot Kadishub? Nggak boleh itu. Nyopot kadis itu urusan saya, wewenang saya. Jangan nanti ada demo suruh nyopot kadis apa lagi,” kata Jokowi, seperti ditulis di kompas.com

Lebih lanjut Jokowi meminta agar para sopir dan pengusaha metromini tidak memikirkan dirinya sendiri. “Penumpang juga dipikirin, itu orangnya lebih banyak. Kita sekarang tertib hukum dan sosial saja,” ujar Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga tidak akan surut dalam menghabisi kendaraan yang tak laik jalan. Ke-140  metromini yang sudah dikandangkan tidak akan dilepaskan. Ia bahkan mengatakan, metromini akan lebih banyak membunuh orang jika tidak dilakukan uji kir. “Namanya kir kan harus ada syaratnya. Sementara kalau kita lepasin dan jalan, terus ada yang mati, gimana?” kata Ahok.

Meski begitu, Ahok mengatakan, pihaknya sedang memikirkan bagaimana caranya agar para sopir tetap bisa memperoleh nafkah, dan tidak menjadi korban para pengusaha yang tidak mau memperbaiki busnya. Di antaranya, menyiapkan bus baru untuk menggantikan sejumlah kendaraan umum di Jakarta yang sudah tidak laik jalan, dan sopir yang lolos seleksi akan dipekerjakan sebagai pengemudi bus baru tersebut.

Sungguh sesak hati kita saat menyaksikan kejadian demo para awak metromini itu. Sungguh tega mereka yang berdemo tersebut. Betapa tidak, untuk tujuan keuntungan diri sendiri, mereka tega mengorbankan jiwa orang lain, bahkan diri mereka sendiri. Tidak sadarkah bahwa nyawa yang hilang itu tidak bisa dihadirkan kembali, atau dibeli? Salah kaprah memang. Masa, membahayakan orang lain kok minta direstui?

Jadi, sungguh baguslah Jokowi, Ahok, Pristono, dan pegawai Dinas Perhubungan, yang tetap tegas dengan niat dan keputusan mereka, menghabisi kendaraan yang berpotensi membahayakan jiwa orang. Jika orang-orang yang tega mengorbankan nyawa orang lain itu tetap bertindak semaunya sendiri, tidak salah juga jika mereka ditindak lebih tegas lagi.

About Hollyati Nita

Check Also

Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan dan Karya-karyanya : Pohon yang Bercabang Banyak

Tersebar ke berbagai Penjuru Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan sa­ngat dikenal kealiman dan kewara‘an­nya, sehingga …